Kamis, 04 Juni 2015

Proposal

Proposal

1.1  Pengertian Proposal
Proposal adalah suatu usulan kegiatan atau rencana yang diterangkan dalam bentuk rancangan kerja secara terperinci dan sistematis yang akan dilaksanakan atau dikerjakan. Proposal dibuat untuk mendapatkan persetujuan atau dukungan pihak lain. Namun, adakalanya proposal juga dibuat untuk memohon bantuan dana.

1.2  Tujuan Proposal
Tujuan Proposal adalah memperoleh bantuan dana,memperoleh dukungan atau sponsor, dan memperoleh perizinan. Unsur-unsur proposal yaitu, nama/ judul kegiatan, pendahuluan,tujuan, waktu dan tempat, sasaran kegiatan, susunan panitia, anggaran, penutup, tanda tangan dan nama terang.

1.3 Fungsi Proposal
1.      Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
2.      Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
3.      Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
4.      Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
5.      Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.
1.4  Jenis Proposal

Secara umum proposal dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:
1.       Proposal Bisnis
Proposal ini berkaitan dengan dunia usaha baik itu perseorangan maupun kelompok dan contoh dari proposal ini misalnya proposal pendirian usaha, proposal dalam bentuk kerjasama antar perusahaan.
2.      Proposal Proyek
Pada umumnya proposal proyek ini mengacu pada dunia kerja yang berisikan serangkaian rencana bisnis atau komersil misalnya proposal proyek pembangunan.
3.      Proposal Penelitian
Jenis proposal ini lebih sering digunakan di bidang akademisi misalnya penelitian untuk pembuatan skripsi, tesis dan lainnya. isi dari proposal ini adalah pengajuan kegiatan penelitan.
4.      Proposal Kegiatan
Pengajuan rencana sebuah kegiatan bak itu bersifat individu maupun kelompok misalnya proposal kegiatan pentas seni budaya.

Berdasarkan bentuknya proposal terbagi menjadi 3 jenis yaitu:
1.      Proposal bentuk formal
Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu :
1.      Bagian pendahuluan
Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan.
2.      Isi proposal
Bagian isi proposal terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya.
3.      Bagian pelengkap penutup.
Bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
2.      Proposal bentuk non formal
Proposal non formal ini tidak selengkap proposal formal dan biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat. proposal non formal harus selalu mengandung hal-hal berikut yaitu, masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

3.      Proposal semi formal
Jenis proposal ini hampir sama dengan proposal non formal karena tidak selengkap jenis proposal formal.
Adapun jenis proposal yaitu seperti
1.      Kegiatan Umum
Proposal kegiatan umum ini meliputi, kegiatan umum pentas seni, bakti sosial, kerja bakti, seminar, workshop dan lain-lain
2.      Ilmiah
Skripsi dan PI

1.5  Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat proposal :
1.      Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang
2.      Ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan
3.      Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan2 hasil kesepakatan seluruh panitia
4.      Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis
5.      Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui.
6.      Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
7.      Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal.
1.6     Sistematika Contoh Proposal Kegiatan
1. Judul Proposal.
Contoh judul proposal kegiatan misalnya : “PROPOSAL KEGIATAN KERJABAKTI RT 08”


2.Latar Belakang
Latar belakang proposal kegiatan ini isinya adalah dasar dan alasan kegiatan itu perlu dilakukan
3.      Maksud dan tujuan
Berupa maksud dan tujuan diadakan kerja bakti di Rt08
4.      Sasaran/ ruang lingkup
Sasarannya yaitu tempat diadakan kerja bakti
5.      Waktu dan tempat kegiatan
Waktu dan tempat kegiatan diadakanya kegiatan kerja bakti
6.      Penyelenggara/ panita kegiatan
Berisi nama-nama panitia kegiatan yang mengadakan kerja bakti di Rt08
7.      Program/ jadwal kegiatan
Berisi program kerja bakti yang diadakan pada hari yang sudah ditentukan bersama
8.      Anggaran biaya
Berisi anggaran biaya yang akan dikeluarkan untuk konsumsi, alat-alat kerja bakti bantu, tenda dan lain-lain. Anggaran dari proposal kegiatan ini harus dilampirkan secara terperinci dan sedetail mungkin
9.      Penutup
Penutup proposal


Sumber :

Kamis, 07 Mei 2015

Resensi Buku



1.1        Pengertian Resensi Buku
Pengertian dan Tujuan Resensi adalah tulisan timbangan suatu hasil karya atau wawasan tentang baik dan kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat dalam suatu karya. Resensi dapat pula diartikan sebagai suatu tulisan yang memberikan penilaian terhadap suatu karya baik fiksi maupun nonfiksi dengan cara mengungkapkansegi keunggulan dan kelemahannya secara objektif.

1.2       Tujuan penulisan resensi
1.            Menimbang agar suatu hasil karya memperoleh perhatian dari orang-orang yang belum mengetahui atau membutuhkannya.
2.            Memberikan penilaian dan penghargaan terhadap isi suatu hasil karya sehingga penilaian itu diketahui khalayak.
3.            Melihat kesesuaian latar belakang pendidikan/penguasaan ilmu pengarang dan kesesuaian karakteristik tokoh, penokohan, atau setting dengan bahan yang disajikannya.
4.            Mengungkapkan kelemahan suatu tuisan dan sistem penulisan atau alur suatu hasil karya.
5.            Memberikan pujian atau kritikan yang konstruktif terhadap bobot ilmiah atau nilai sastra karya tulis seseorang.

1.3       Langkah-langkah Membuat Resensi
Pada saat kita akan membuat resensi nalar kita harus siap bahwa bahan-bahan yang akan diresensi betul-belul diketahui dan dikuasai. Dengan demikian hasil resensi kita bukan hanya mengungkapkan segala sesuatu yang terdapat dalam karya tersebut, melainkan mencakup pula uraian perbandingan dengan karya-karya lain yang sejenis.
Hal-hal yang harus mendapat perhatian dari seorang resentator untuk membuat resensi
1.      Resentator harus bersikap objektif terhadap sesuatu yang akan diresensi dan meninggalkan sepenuhnya sikap subjektif
2.      Resensator mempunyai wawasan yang cukup luas terhadap bahan yang akan diresensi.
3.      Resensaor harus mencoba membandingkan dengan sajian bentuk lain yang memiliki kesesuaian dengan bahan yang akan diresensi.
4.      Resensator harus mencoba memberikan komentar dengan acuan yang jelas dan terarah pada bagian yang diberi komentar agar tidak menimbulkan kesalahtafsiran antara resensator dengan penulis
5.      Resensator harus mengungkapkan data yang diresensi secara jelas dan lengkap agar dapat dengan mudah dihibung-hubungkan di antarra keduanya oleh pembaca.
6.      Resensaor harus menghindari interpretasi yang keliru terhadap bahan yang resensi dengan jalan mengetahui tujuan dan arah penulis karya tersebut     
Bentuk resensi yang paling populer adalah resensi buku atau timbangan buku. Untuk meresensi buku pertama-tama kita harus membaca buku itu sampai selesai dan memahaminya. Setelah membaca buku tersebut kita akan dapat mengetahui bagaimana penulis buku mengungkapkan gagasannya sesuai dengan tujuan yang digariskannya.Bagian yang harus ada dalam karangan resensi adalah identitas buku, jenis buku, kutipan singkat/ikhtisar buku, penilaian resensator terhadap kualitas buku, dan ajakan kepada khalayak untuk mengetahui isi buku secara keseluruhan dengan jalan membaca atau memiliki buku tersebut.
1.      Identitas buku
Identitas buku meliputi: foto copy jilid luar buku atau foto buku tersebut, judul buku, pengarang, penerbit,tahun terbit, kota terbit, ukuran buku, jumlah halaman, dan harga buku.
2.      Jenis Buku
Pada bagian jenis buku, resensator mengelompokkan jenis buku tersebut berdasarkan ciri-ciri yangterdapat di dalam buku itu. Misalnya kita mengenal jenis fiksi, nonfiksi, ilmiah, nonilmiah (hiburan), buku remaja, anak-anak, dewasa, keagamaan, psikologi, dan sebagainya.
3.      Kutipan Singkat atau Ikhtisar Buku
Bagian yang mengungkapkan kutipan singkat atau ikhtisar buku tersebut adalah bagian yang menjadi idesentral buku itu. Hal itu akan diketahui jika resensator memahami seluruh isi buku itu danmenghubungkannya dengan isi buku yang diresensi. Gambaran umum tentang isi buku pun dapat digunakanuntuk mengisi bagian buku lain, tentama gambaran yang dapat “ditangkap” oleh resensator tetapi bukanmenginterpretasi.
4.      Penilaian Kualitas Buku
Penilaian terhadap kualitas suatu buku tentu saja bertolak dari pengungkapan beberapa bagian yang dapatdiunggulkan dari isi buku tersebut dan bagian yang melemahkan kualitas buku tersebut dengansikap/wawasan yang sangat luas dan sikap objeklivitas tinggi. Pada bagian ini dapat pula dimasukkan kritikterhadap isi buku.
5.      Ajakan
Ajakan dalam resensi adalah ajakan kepada pembaca yang belum memiliki atau membaca buku tersebut.Ajakan yang dimaksud bertolak dari ungkapan kualitas suatu buku yang diharapkan dapat dibaca dandipahami bagi khalayak yang belum mengetahuinya.
6.      Judul Resensi
Judul yang digunakan untuk karangan resensi merupakan gambaran kesimpulan isi buku itu secarakeseluruhan atau ciri khas dari buku yang resensi agar tampak lebih menonjolkan eksitensi isi bukutersebut. Cara lain dalam memberikan judul resensi adalah menggambarkan suatu hal yang “kecil” tetapimempunyai citra tersendiri dari buku itu dengan argumentasi yang kuat dari resensator tentang hal yangkecil itu. Dapat dikatakan judul tulisan resensi adalah “nama” atau “julukan” yang diberikan oleh seorangresensator terhadap buku yang diresensinya.

1.4       Contoh-contoh resensi
Ini adalah contoh resensi dari novel.
Judul               : Anak Kos Dodol “Lagi”
Penulis             : Dewi “Dedew” Rieka
Penerbit           : Gradien Mediatama
Tahun terbit     : 2014 2013 2012 2011
Cetakan ke      : 15 14 13 12 11
Deskripsi Fisik : 208 halaman; 13 x 19 cm
ISBN               : 978-602-8260-13-8

Sinopsi – Contoh resensi novel Anak Kos Dodol “Lagi”

Dewi Rieka atau dipanggil dedew anak kos dari Yogyakarta yang sebetulnya anak perantauan yang sudah sering keliling Indonesia untuk tempat tinggal. Tapi, ia memilih Yogyakarta sebagai kota untuk menuntut ilmu tingkat tinggi. Mahasiswi salah jurusan ini phobia statistika, suka plin plan yang memiliki cirri utama : rambut kribow, badan krempeng tapi merasa manis dan banyak yang naksir.
Teman-teman satu kossan yang sama dodol dengannya memiliki karakter yang berbeda-beda dan unik-unik. Ada Tere yang dipanggil baby huey karena badannya yang gendut, anak tunggal dari Pekalongan dan tukang ngambek. Ada Sarah yang disebut-sebut memiliki tv legendaris, Ugie adalah cewek Tegal yang cinta banget sama akuntansi ojek setia dedew yang selalu menemaninya jalan-jalan karena sama-sama jomblo. Dan masih banyak lagi teman-teman dedew yang selalu berbagi keceriaan. Banyak cerita yang diceritakan, mulai dari peristiwa subuh karena dedew yakin kalau itu adalah siluman cicak, ada cerita makhluk-makhluk dodol, cinta salah jalan dan masih banyak lagi.

Unsur Intristik Novel
Seorang mahasiswi dodol yang merupakan anak perantauan yang dodol tapi penuh kehangatan bersama teman-temannya.

Tokoh
Tokoh utama : Dewi Rieka “Dedew”
Tokoh kedua : Sarah
Tokoh ketiga : Ugie
Tokoh pembantu : Lilies, Sasha, Rasti, Ine, Julia, Pak Sayuti, Mbak Nunuk, dan Mba Nem.

Sumber :
http ://kumpulanilmu2.blogspot.com/2012/12/pengertianresensi.html
Novel “Anak Kos Dodol (Lagi)”

Rabu, 01 April 2015

Sekarang dan Dahulu

Sekarang dan Dahulu

Kalau membahas sekarang yang dulu itu memang gak ada habisnya ya. Aku sedikit pusing dengan perubahan jaman yang begitu pesat. Entah itu berdampak atau berdampak negatif. Tapi setahu aku banyak anak yang tidak menikmati jaman sekarang. Mereka dibuat remaja terlalu cepat. Padahal usia mereka masih kecil
Sekarang aku tidak bisa membedakan mana anak SD, SMP, dan SMA. Semua sama bagiku. Mereka sudah tau cara berdandan, memakai baju layaknya remaja yang sedang puber, padahal masih memaaki baju merah putih. Beda sama aku yang masih sering dibilang anak SMP atau anak SMA, padahal kan udah Kuliah, semester 6 lagi *ehem ehem* . Memang sih tubuhku ini mungil alias pendek L. Make-up? Standar Cuma pake bedak dan pelembab bibir, udah gitu ajah. Simpel kan? *ya walaupun kalau foto tetap pakai camera 360, hihihi* Nah, anak SMP dan SMA dandannya menor bgt, kadang ingin sekali aku meledeknya.
“Memang di sekolahnya ada acara nyindenan ya mba, itu make-up nya tebel banget?”
Oya soal aku yang masih dikira anak SMP atau SMA kalau ga percaya banyak banyak loh yang bilang. Kalau ditanya berapa, aku gak tahu mungkin sering sama orang yang baru ketemu. Aku kasih 3 contoh aja ya. Nanti kalau banyak-banyak bukan cerita tapi dongeng *hehehe, ketawa sendiri*.
Yang pertama saat aku ikut ibu ke pasar belakang rumah. Tetangga gang depan yang jarang keluar rumah heran melihat aku yang masih mungil *uhuk uhuk*.
“Anaknya ya bu? SMPnya dimana de? Kok jam segini belum berangkat sekolah? “ Kata ibu itu
Senyum paksa,”saya sudah kuliah bu.” Kata aku
“HHHAAAAHHHH Kuliah? Saya gak percaya, masa sih sudah kuliah?” Perkataannya bak dia kejepit pintu angkot L Kenceng banget sampai orang yang jualan dipasar nengok-nengok.
“Iya bu anak saya sudah kuliah, semester 3 malah bu,” kata ibuku.
“Ya ampun, kecil banget ya. Lah, anak saya SMP saja tingginya sudah segini bu,” kata ibu itu sambil mengangkat tangannya diatas kepala aku. Jahat L. Ternyata memang anaknya tinggi.
“Iya bu anak saya mah imut-imut, padahal makannya sudah banyak banget bu, belum ngemilmya,” kata ibu aku. *dibongkar kebiasan anaknya, makan banyak tapi gak tinggi-tinggi*.
Yang kedua, waktu aku berangkat kuliah. Di dalam angkot itu sudah ada beberapa penumpang, termasuk mas ganteng yang duduk dipojokan *uhuy*. Mas gantengnya melirik aku terus, jadi salah tingkah aku dibuatnya.
“Jodoh aku please, aku mau yang ini,” pikirku dalam hati konyol.
Lagi enak-enak berkhayal sama si mas ganteng, tiba-tiba dia nanya.
“Mau pergi les ya de?” Sebuah kata terlontar dari bibir manisnya, tapi buat aku langsung “Jjlleeeppp”, terus cita citata nanyi,
“Sakitnya tuh disini di dalam hatiku, sakitnya tuh disini saat kau panggil adik. Saaakkiit ssaaakkiittt. Sakitnya tuh disini,” begitu kira-kira khayalanku.
“Eh enggak kok kak, aku mau kuliah,” kata ku dengan nada pelan.
Dia diam, melihat aku dari atas sampai bawah.
“Maaf ya aku gak tahu, kirain mau pergi les. Abis imut banget sih,” kata dia
Apa? Dia bilang apa? Coba ulang ? Reply please ? Dia bilang imut?  Abis imut banget sih? Oh My God. Sujud syukur aku deh *gak bisa tapinya kan lagi di dalam angkot L*
“Iya gak apa-apa kok kak, udah biasa dibilang seperti itu,” kata aku.
“Oh gitu ya. Kuliah dimana?” Kata dia.
“Di Gunadarma, kakak dimana?” Tanyaku.
“Aku di Bhayangkara, semester 3. Namanya siapa? Aku Fikri,” kata dia menyodorkan tangan.
Aduh ini cowok baik banget, ramah banget, jadi tambah gugup. Aduh dia senyum lagi.
“Mutiah,” kataku.
“Salam kenal ya, sampai ketemu lagi ya. Aku sebentar lagi turun diperempatan depan,” kata dia
“Oh gitu ya,” kataku
“Hhhuufftt, pengorbanan juga ya naik angkot, panas, macet dan polusi. Gara-gara motor rusak sih,” katanya. Curhat nih ye.
“Oh gitu ya,” kataku.
“Sudah dulu ya, bye,” kata dia.
“Iya hati-hati ya,” kataku. Padahal dalam hati nyumpahin, sering-sering ajah motornya rusak biar naik  angkot terus sama aku *hahhaha*. Yaahhhh kenapa juga gak tukeran nomor or Pin BB L . Yah mas ganteng kapan lagi kita bisa ketemu. Siapa tau kamu jodohku *aduh aduh muti*.
Oke, yang terakhir nih yang ke tiga. Waktu pulang kuliah, seperti biasa aku naik angkutan umum. Lagi panas-panasnya terus lagi berkhayal minum es teh mba-mba disamping aku mengagetkan.
“ De, kita dari program xxx mau menawarkan kursus untuk anak SMP yang mau UAS saat ini, bagus kok de sistemnya, dijamin nanti UAS adik bagus nilainya,” kata dia
“ Tapi mba sayaa,” belum selesai ngomong dia udah nyerocos duluan.
“ Iya de, bagus apa lagi ditambah uang bayarannya yang lumayan murah ( sambil ngasih brosur ). Oya adik ini dari SMP mana? Pagi-pagi gini mau kemana?” Tanya dia
“ Saya mau kuliah mba,” kataku singkat.
Mba itu ngeliatin dari atas sampe bawah,” kamu bilang apa tadi kuliah? Jangan bercanda de pasti bohong ni sama orang tuanya kalo kamu mau main tapi bilang kuliah, ya kan,” kata dia sok tahu
“ Beneran mba saya mau kuliah nih lihat kartu mahasiswa saya,” kataku sambil memperlihatkan kartu mahasiwaku.
“ Eh iya benar mukanya sama kayak yang dikartu, maaf ya saya pikir  kamu tuh masih SMP, habis badannya sama mukanya kayak masih SMP, kuliah dimana?” Kata dia
“ Di gunadarma mba, oke gak apa-apa, berarti saya masih imut hehehehe,” kataku  dengan pedenya
“ Iya sih bener, anak jaman sekarang mah malah dandannya ditua-tuain, padahal masih anak SMP or SMA, anak SD juga sekarang gaya-gayanya tengil banget hehe, yang pakai bedaknya menor lah, baju sekolahnya dikecilin, mending pantes ya,” kata dia.
“ Iya mba, emang susah ngebedainnya,” kataku.
Sepanjang jalan aku hanya bisa merenung nasib anak bangsa kelak mau jadi apa nantinya *duile bahasanya*, benar kata guru aku dulu, anak jaman sekarang tuh cuma gayanya saja yang bagus, tapi otaknya nihil. Cantik karena perawatan salon, memang sih sah-sah ajah tapi ya kalau  pantas. Lah masa anak SMP or SMA udah ikut yang seperti itu, kan kasihan kulit mukanya masih tipis padahal masih bagus. Cuma karena ingin cerah sama putih saja, mending tempelin lampu senter saja dimuka *heheheh ppiiss*.
Ada lagi kejadian waktu aku pulang kuliah, ada anak SD sebut saja mawar dan melati *hehehehe*, seangkot denganku.
“ Ti, kemarin kamu sms aku ya??” Tanya si mawar
“ Iya kok gak dibales?” Kata melati
“ Kan udah gue bilang loe balesnya di twitter saja, terus kirimin foto kemarin dong tag-in saja di instagram atau gak di path, oke?” Kata sih mawar
Aku yang mendengarkan obrolan mereka cuma bisa bengong. Anak kecil belagu banget ya sudah bisa main instagram or path, aku saja belum punya aplikasinya. Laahh ajarin dong de.. Dirimu sungguh keren.
Sebenarnya bukan salah merekanya sih jadi berubah, tapi memang perubahan dari kehidupannya, dari teknologi yang canggih, semuanya super praktis, jadi anak-anak jaman sekarang seharusnya bersyukur karena kecanggihan teknologi, karena begitu mereka sekarang jadi lebih tahu dunia luar, tahu info-info dengan cepat. Tapi jangan di salahgunakan juga.
Tapi, lebih seru zaman dulu, zaman aku. Yang masih menggunakan surat-suratan untuk berkomunikasi kalau sedang kangen, terus mengisi biodata teman-teman di binder mereka masing-masing, kalau mengirim surat harus ngumpet-ngumpet nunggu si dia istirahat keluar kelas dan menaruh suratnya di tas *ini mah cerita saat aku menulis surat cinta untuk pertama kalimya. Uhuy*. Terus masih main karet, bekel, masak-masakan, uuhhuuy banget deh. Zaman sekarang mainnya di mall main TimeZone, main game online, malah gak sehat, gak bisa bersosialisai antar sesame, keceriaannya kurang. Bilangnya kumpul sih, tapi sibuk dengan Hanphonenya masing-masing. *Heheheehe.* Tapi ya mau bagaimana lagi sudah begini adanya. Tapi ya jangan sampai menghilangkan permainan zaman dahulu, karena dahulu lebih seru J apalagi jajananya. Aduh aku jadi kangen.




            

Berfikir Induktif

·      Pengertian Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.

·      Jenis-jenis Penalaran Induktif
Ada 3 jenis penalaran induktif :
1.    Generalisasi
Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa – peristiwa khusus untuk untuk mengambil kesimpulan umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain. Proses penalaran ini bertolak dari sejumlah fenomena individual (khusus) menuju kesimpulan umum yang mengikat umum menuju kesimpulan umum yang mengikat umum yang mengikat seluruh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki.
§   Contoh generalisasi :
Pemakaian bahasa Indonesia diseluruh daerah di Indonesia dewasa ini belum dapat dikata seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihan dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Diungkapkan persurat kabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta – fakta diatas menunjukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.
§  Macam – macam generalisasi :
ü Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
ü Generalisasi tidak sempurana
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.

Penalaran generalisasi bertolak dari satu atau sejumlah fakta (fenomena atau peristiwa) khusus yang mempunyai kemiripan untuk membuat sebuah kesimpulan. Sejumlah peristiwa khusus dibuat dalam bentuk kalimat, kemudian pada akhir paragraf diakhiri dengan kalimat yang berisi generalisasi dari peristiwa. Peristiwa khusus yang disebutkan pada bagian awal.


·           Analogi
Adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya. Dalam berfikir Analogis, kita meletakan suatu hubungan baru berdasarkan hubungan-hubungan baru itu. Dan kita juga dapat menarik kesimpulan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi, ada persamaan pula dalam bidang yang lain. Pada pembentukan kesimpulan dengan jalan analogi, jalan pikiran kita didasarkan atas persamaan suatu keadaan yang khusus lainnya. Karena pada dasarnya hanya membandingkan persamaan – persamaan dankemudian dicari hubungannya. Maka sering kesimpulan yang diambil tidak logis.
Dari penjabaran diatas, dapat dikatakan bahwa penalaran analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan fakta atau kesamaan data. Analogi juga dapat dikatakan sebagai proses membandingkana dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.
Contoh Analogi:
Kita banyak tertarik dengan planel mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atsmosfir seperti bumi. Temperaturnya hampir sama dengan bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti bumi. Jika bumi ada mahluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup diplanet Mars.
·           Hubungan akibat sebab   
Hubungan akibat sebab merupakan suatu proses berfikir dengan bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat, kemudian bergerak menuju sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tadi.
Contoh :
Masalah pengangguran merupakan masalah serius yang harus diselesaikan pemerintah, seperti beberapa waktu lalu diberitakan dimedia cetak dan ibu kota, bagaimana ribuan pencari kerja hars berdesakan bahkankan pingsan untuk mendapatkan pekerjaan. Menurut laporan media cetak hal ini terjadi karena dalam waktu dekat ini banyak perusahaan menufaktor yang akan tutup. Sehingga harus melakukan PHK. Selain itu minimnya kahlian atau rendahnya kualitas SDM menjadi faktor penyebab banyaknya pengangguran diibukota




Sumber

Ahmadi, H.Abu . 1998 . psikologi Umum . jakarta : PT Rineka Cipta

Ambarwati, Sri  Bahasa Indonesia untuk SMA / MA kelas X semester genap. Klaten , Jawa Tenga